Steve Emmanuel Masuk Islam, Ubah Nama Jadi Jusuf Iman

20121019-224346.jpg

Steve Emmanuel resmi memeluk agama Islam. Setelah menjadi mualaf, Steve mengubah namanya menjadi Yusuf Iman.
Dibimbing pentolan FPI, Habib Riziq, Steve Emmanuel membaca dua kalimat syahadat dan ikrar mualaf. Prosesi tersebut disaksikan oleh puluhan orang dari wartawan, anggota FPI, dan pengacaranya.

“Senang, bahagia, merasa excited.Sebentar lagi mau bulan puasa, mungkin ini jadi awal yang baik untuk saya,” ujarnya usai resmi menjadi Yusuf Iman.
Soal nama yang dipilihnya Steve mengaku terinspirasi penyanyi terkenal Cat Steven. Ketika Steven menjadi mualaf, ia mengubah namanya menjadi Yusuf Islam. Sebelum mantap mengucap syahadat menurut Steve ia sudah berkonsultasi dengan sang ibu. Selain itu berbagai buku tentang Islam dan agama lainnya.

“Godaannya banyak banget. Seperti ketika teman-teman saya sampai dengan kemarin, masih menelpon saya, menanyakan, Steve loe yakin loe mau pindah agama,” celoteh Steve menirukan pertanyaan temannya.
Usai prosesi berlangsung, Andi Soraya, kekasih Steve datang ke tempat tersebut. Andi terlihat bahagia melihat pria yang pernah dekat dihatinya itu kini telah menjadi mualaf.

Niat Jadi Mualaf, Steve Emmanuel Izin Ibu

imageSteve Emmanuel rupanya tak main-main saat menyatakan ingin jadi mualaf. Sebelum akhirnya memeluk Islam melalui bantuan pimpinan FPI, Habib Rizieq, Steve pun minta izin dulu pada ibundanya.
“Steve sudah minta izin sama orangtuanya dan ibunya juga paham, ibunya mengerti lah,” jelas kuasa hukum bintang sinetron ‘Siapa Takut Jatuh Cinta’ itu, Milano Lubis, saat dihubungi detikhot melalui telepon, Jumat (23/5/2008).

Menurut Milano saat ini Steve masih memeluk agama Kristen. Ibunya juga menganut agama yang sama, malah seorang misionaris.
Steve yang keinginannya jadi mualaf tak direspons teman hidupnya Andi Soraya, akhirnya meminta bantuan pihak lain. Ia kemudian dibimbing pengacara Indra Shanun Lubis.
Indra menyarankan Steve menjadi mualaf lewat bimbingan Pimpinan FPI Habib Rizieq. Mengapa Habib Rizieq?
“Kita mencari orang yang besar, biar ada pengaruhnya ke Steve, biar Steve tergugah,” jelas Milano.

Steve Emmanuel Tobat Kumpul Kebo

Niat Jadi Mualaf, Bukan karena Andi Soraya
Jakarta Memeluk agama Islam, Steve Emmanuel membacakan ikrar. Salah satu janjinya, tak lagi tinggal dengan wanita yang bukan istrinya.

“Mulai saat ini, tidak akan minum-minuman keras, tidak pakai narkoba, tidak akan tinggal dengan orang yang bukan muhrim saya, kecuali dalam ikatan pernikahan,” ucap Steve yang kini berubah nama menjadi Yusuf Iman dalam ikrar yang diucapkannya di Markas FPI Jl. Petamburan 3, Jakarta Barat.

Habib Riziq pentolan FPI membimbing Steve membacakan ikrar tersebut. Setelah Steve resmi beralih kepercayaan, Habib Riziq meminta masyarakat agar tak lagi melihat dosa-dosa masa lalu kekasih Andi Soraya itu.

“Saya tidak akan mau mengungkit masa lalu Yusuf. Biarkanlah itu berlalu,” tukas Habib Riziq.
Soal status anak yang lahir dari hubungannya dengan Andy Soraya, menurut Habib Steve tetap harus bertanggungjawab terhadap anak tersebut. Walau secara status anak tersebut adalah anak ibunya, tetapi Steve alias Yusuf tetap punya kewajiban secara moral.
Setelah membacakan ikrar, rencananya Steve akan dikhitan. Proses tersebut akan dijalaninya di sebuah klinik di kawasan Menteng.

“Deg-degan pasti ada. Takut dan sakit pasti ada, sekarang kan udah ada laser. Jadi nggak terlalu sakit. Kalau anak kecil bisa masa orang gede nggak,” cetus Steve eh Yusuf sambil tersenyum.

20121019-224454.jpg

Advertisements

19 Rahasia Menjadi Pribadi yang Mempesona

Inilah 19 rahasia menjadi pribadi penuh pesona yang kami kembangkan dari pemikiran dr. Yul Iskandar, DSJ., MBAP.,MASRS., PhD. pendiri Yayasan Dharma Graha. Selamat mengikuti!

Quote:
1. Berubahlah dengan waktu dan tempat !
Jangan selalu menuruti perasaan negatif, seperti: merasa bosan, lelah, jenuh, tersiksa dengan tempat atau masa lalu. Tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersama anda! Menangislah, dan anda akan menangis sendirian! Mutiara kata ini mengisyaratkan agar kita selalu berbahagia dimana pun kita berada dan kapan pun.
Jika kita merasa sebagai orang yang paling sedih atau menderita di dunia ini, yakinlah bahwa masih banyak orang lain yang lebih menderita daripada kita.

Quote:
2. Carilah kenalan, teman, sahabat, relasi sebanyak-banyaknya !
Sering-seringlah bepergian, menjelajahi dunia. Semakin sering anda bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, maka kepribadian anda akan semakin matang tanpa anda sadari.

Quote:
3. Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri.
Dengan cinta, hidup menjadi indah, persahabatan menjadi langgeng, dan silaturahmi tetap terbina. Tentunya cinta yang diberikan secara tulus tanpa pamrih, tanpa mengharap balasan kecuali dari Allah semata.

Quote:
4. Hargailah dan nikmatilah alam.
Dengan menghargai alam, jiwa menjadi tenang. Dengan menikmati alam hati menjadi senang. Temukanlah rahasia sesuatu itu tampak menarik, misalnya: bunga yang mekar, surya yang bersinar, sawah yang terhampar.

Quote:
5. Hargailah orang lain.
Misalnya dengan cara membuatnya bahagia, tersenyum, tertawa, memberi pujian yang tulus. Membahagiakan orang lain akan membuatnya membahagiakan kita di saat yang tak terduga, percayalah!

Quote:
6. Jaga tingkah laku.
Banyaklah mendengarkan dan berpikir daripada berbicara, kecuali bila waktunya untuk berbicara. Dengan menjaga lisan dan perbuatan kita, berarti setengah pertempuran hidup telah kita menangkan.

Quote:
7. Jangan kekanak-kanakan.
Sikap dewasa menunjukkan kepribadian yang kuat dan mempesona. Betapa banyak orang tua yang bahkan belum dewasa! Salah satu tanda kedewasaan seseorang antara lain adalah dari sikap, tutur kata, dan caranya di dalam mengambil keputusan secara arif dan bijaksana.

Quote:
8. Jangan mencari kesalahan orang lain.
Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal ini.
Quote:

9. Jangan rendah diri.
Sudah seharusnyalah kita menerima dan memperbaiki kekurangan kita tanpa pernah merasa minder atau kecil di depan orang lain. Percayalah, tidak seorang manusia pun yang sempurna di muka bumi ini!
Quote:

10. Jangan sombong.
Ketahuilah bahwa selalu ada yang lebih daripada kita. Kesombongan menandakan kekosongan.

Quote:
11. Kembangkan minat pada berbagai hal.
Jangan membatasi diri anda, perluas bakat, minat, kemampuan, pengetahuan, dan keahlian anda. Memiliki satu keahlian atau spesialisasi akan terasa lebih baik dan sempurna jika ditunjang dengan keahlian dalam bidang yang lainnya, sehingga anda akan semakin “bersinar” dan penuh pesona.

Quote:
12. Selalu baik pada orang lain.
Jangan pernah merasa dendam sekalipun kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang pernah menyakiti kita. Cintailah yang di bumi, niscaya yang di langit akan mencintaimu.

Quote:
13. Selalu belajar.
Semakin sering anda belajar, maka semakin banyak yang anda ketahui. Ilmu ini dapat menjadi lahan amal bagi anda, sehingga anda merasakan nikmatnya berbagi dan indahnya ilmu.

Quote:
14. Selalu mengikuti informasi dan perkembangan terkini tentang apapun.
Dengan banyak mengetahui hal yang paling baru, maka anda akan tampil semakin percaya diri dan penuh pesona. Semakin banyak hal baru yang anda tahu, maka akan semakin banyak pula yang mencari dan mengejar anda…yakinlah!

Quote:
15. Selalu tegap, sigap, dan siap.
Posisi atau postur tubuh anda di dalam berkomunikasi dengan orang lain akan mengungkapkan siapa diri anda yang sebenarnya. Oleh karenanya, milikilah rencana, target, dan strategi (persiapan) yang matang dan semangat yang tak pernah pudar!
Quote:

16. Selalu tersenyum pada orang lain.
Orang akan lebih senang melihat wajah yang dihiasi senyuman daripada wajah yang selalu disertai ratapan atau keluhan.

Quote:
17. Senang bekerja sama dengan orang lain.
Inilah yang membuat jaringan (network) kita semakin luas, erat, dan kuat.
Quote:

18. Senang menolong orang lain.
Dengan gemar menolong orang lain, maka pada hakikatnya kita menolong diri kita sendiri. Semakin banyak orang yang kita tolong, maka akan semakin sering pula kita ditolong oleh Allah dengan cara-Nya yang tak terduga.
Quote:

19. Terimalah nasib apa adanya.
Tetaplah tenang dan tabah, ingatlah bahwa “badai pasti berlalu” dan “roda itu berputar”. Jangan suka mengeluh, menggerutu, atau bahkan mencaci-maki nasib. Jangan sampai berkata atau menganggap bahwa Allah itu tidak adil! Justru di sinilah letak keadilan-Nya.

Kriteria Pria Idaman Wanita

Manusia memiliki 46 kromosom: 23 dari ayah dan 23 dari ibu. Sebelum kedua individu mencapurkan gen. Tentu, mereka punya kriteria khusus untuk mendapatkan pasanganya. Otak cowok dirancang untuk melakukan pencarian visual. Dengan kata lain, ciri fisiklah yang terpenting. Namun, otak cewek jauh lebih kompleks dalam menentukan pasangan. Tidak hanya unsur visual, mereka juga butuh beberapa pertimbangan lain.

Pengantar

            Cewek umumnya memiliki pengalaman asmara yang lebih banyak daripada cowok. Tapi, ada hal yang mengganggu pikiran saya. Apa yang membuat mereka rela berkali-kali jatuh-bangun mencari Cinta? Psikologi evolusi menemukan bahwa cara cewek dan cowok berbeda dalam menentukan pasangan. Cowok mengejar dan cewek yang memilih. Lalu, bagaimana cara kita agar terpilih dan memenangkan seleksi seksual ini? Semuanya akan saya bahas di bawah.

“Hal tersulit dari memikat wanita bukanlah persaingan di antara pria. Melainkan, bagaimana membuat mereka meluangkan waktu untuk tertarik dengan anda.”

Edo Prasojo

 1.     Simetris

            Teman saya pernah bercerita penyebab cewek pergi ke bioskop menonton Twilight. Semata untuk melihat Jacob Tobey (Taylor Lautner) bertelanjang dada. Sebenarnya, yang mereka nikmati dari tubuh Taylor Lautner adalah simetrisme. Bagian kanan sama besar dan sama panjang dengan bagian kiri. Dada bidang, bahu lebar, badan tegap, tulang alis menonjol, dan tungkai yang ramping.

Mari kita perhatikan gambar di samping! Dada kanan dan kiri Taylor ternyata membentuk sebuah bangun simetris. Lalu turun ke bagian B! Di mana, perut hingga pinggang Taylor juga simetris. Sekarang, kita bisa lihat lengan atas (D) dan bawah (C) Taylor yang juga simetris. Terakhir, adalah rahang yang seperti terkotak-kotak dan sekali lagi simetris antara kanan dan kirinya.

Continue reading

Agar Terlihat Tampan

Semua pria pasti mendambakan sekali agar wajahnya terlihat tampan, ganteng,cool atau apalah namanya. Ketampanan memang bukanlah segalanya namun tidak munafik bahwa wanita tetap lebih memilih pria yang good-looking jika pribadinya sesuai dengan apa yang diharapkan wanita. Sehingga tidak jarang berbagai cara dilakukan agar wajahnya terlihat maksimal, mulai dari perawatan rutin ke salon hingga operasi silikon yang pastinya menguras biaya yang tidak sedikit. Padahal hasilnya belum tentu sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan tidak jarang ada yang malah memperoleh masalah baru karena menjalankan tips yang tidak aman tersebut.

Berikut beberapa tips yang bisa anda pilih agar anda terlihat tampan/ganteng :

1. Minta dilahirkan kembali

Hal ini mungkin tips yang paling tidak masuk akal tapi ini adalah cara yang paling jitu dan efektif. Mintalah untuk dilahirkan kembali dengan wajah yang tampan sesuai dengan keinginan anda. Tapi jangan salahkan saya jika ibu anda akan mengatakan anda tidak waras jika anda mengatakan hal ini kepada beliau, karena ini memang tidak akan bisa anda lakukan.

2. Lakukan Operasi Plastik (Silikon)

Hal ini adalah alternatif kedua jika anda tetap ingin mengubah wajah anda menjadi lebih tampan, membuat hidung sedikit lebih mancung, dagu sedikit lebih lancip dan warna kulit diubah menjadi lebih terang, akan membuat anda terlihat berbeda dari sebelumnya. Hal ini banyak dilakukan oleh para pria Thailand agar mereka terlihat lebih oke. Tapi sayangnya untuk melakukan ini anda harus menyiapkan uang yang tidak sedikit untuk operasi awal dan kontrol rutin setiap 3-6 bulan sekali.

Tapi anda jangan senang dulu meskipun anda punya uang yang cukup untuk melakukannya. Mengingat operasi ini menggunakan silikon alias bahan kimia yang sebenarnya tubuh tidak memerlukan bahan ini, otomatis penggunaan silikon dalam waktu lama akan berbahaya bagi tubuh. Dan ingat, seperti saya katakan tadi bahwa setelah anda melakukan operasi ini anda tidak dibiarkan begitu saja tetapi anda harus terus lakukan kontrol setiap periode tertentu untuk menjaga kondisi silikon tadi agar tetap membuat wajah anda ‘tampan’. Tapi mengingat silikon juga tidak baik digunakan dalam jangka waktu lama oleh tubuh sehingga pada masa tertentu anda harus menghentikan penggunaannya. Dan apa jadinya setelah sekian lama anda menggunakan tiba-tiba dihentikan? Mungkin wajah anda akan jauh lebih [mohon maaf] buruk dari sebelumnya. Kalaupun anda tidak memperdulikan masalah tersebut dan anda berpikir yang penting sekarang hasilnya bagaimana, percayalah bahwa tidak ada jaminan 100% bahwa anda akan menjadi tampan setelah melakukan operasi ini. Karena terdapat banyak kasus di luar negeri orang yang melakukan operasi silikon malah menjadikan wajahnya terlihat aneh dan lebih buruk dari yang aslinya. Sayang sekali bukan.

3. Senyum dan Sucikan hatimu

Ini adalah tips yang paling aman, murah dan mendapat jaminan bahwa anda akan terlihat “tampan”. Saya mengatakan tampan di sini, bukan berarti setelah senyum anda akan berubah menjadi setampan artis idola anda. Tentu saja tidak. Melainkan ketampanan dari dalam yang membuat wanita melihat anda dengan takjub. Bukankah tujuan awal anda adalah agar wanita dan orang-orang di sekeliling anda menyukai anda bukan? nah senyumlah jawabannya.

Kenapa harus senyum?

Karena senyum yang alami dan ikhlas akan membuat wajah anda terlihat jernih dan seakan-akan tanpa dosa. Senyum juga memberikan kesan-kesan positif bagi anda yang tentunya sangat disukai oleh wanita, juga lelaki, yakni kesan ramah, sopan, baik hati, bersahabat,tidak sombong,gemar membantu dan lain sebagainya. Buat apa anda memiliki wajah seperti Mario Maurer tapi anda tidak disenangi oleh wanita dan orang di sekeliling anda. Lebih baik anda menjadi diri anda sendiri tapi seluruh dunia tertegun ketika melihat anda. Jadi setiap anda bertemu dengan siapa saja, usahakanlah untuk senyum. Perlakuan kecil ini akan menjadi hal yang tidak terlupakan bagi orang tersebut apalagi jika orang tersebut memang sudah sejak lama menaroh perhatian istimewa kepada anda.

Selain itu, jagalah kebersihan hati. Bagaimana caranya? Caranya sangat mudah. Tidak perlu bayar atau ngutang. Cukup dengan melaksanakan semua perbuatan positif dan menjauhi perbuatan negatif dengan IKHLAS termasuk menghilangkan sifat iri-dengki, satwa sangka,dsb. Ikhlas menjadi poin utama karena tanpa itu, apa yang anda lakukan tidak ada artinya. Selain itu berusahalah untuk selalu berpikir positif dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Ketika hati sudah bersih, muka dengan sendirinya akan berkata dengan lantang kepada dunia bahwa ANDA adalah orang yang pantas untuk dikagumi. Kalau sudah begini, anda tidak perlu lagi operasi silikon kan?

Dan hal terakhir yang ingin saya sampaikan, bukan maksud saya untuk memaksa anda untuk masuk Islam karena dalam agama saya memang tidak pernah diperintahkan untuk memaksa orang masuk Islam, tapi yang terpenting mendorong perbuatan baik dan mencegah perbuatan mungkar. Harapan saya kepada anda, masuklah ke dalam islam secara Khaffah atau menyeluruh, tidak setengah-setengah. Laksanakan rukun islam dan rukun iman namun juga menerapkan makna dasarnya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kita laksanakan puasa (yang makna dasarnya adalah melatih kesabaran) dan melaksanakan ibadah qurban (yang makna dasarnya adalah melatih jiwa rela berkorban). Nah jika anda telah melaksanakan ibadah tersebut, ikutilah dengan menerapkan nilai dasarnya dalam kehidupan keseharian anda, melatih untuk lebih sabar atau berkorban dengan ikhlas tidak hanya pada saat idul Adha. Niscaya jika anda telah melaksanakannya secara khaffah, anda akan memperoleh banyak makna hidup yang jauh lebih besar dibandingkan hanya sekedar ingin terlihat tampan.

Terima kasih

Jangan Pernah Katakan Benci

Judul di atas saya angkat karena berkaca pada banyak sekali pengalaman pribadi dan tidak sedikit pengalaman teman-teman saya yang telah membuktikan bahwa tidak akan pernah ada kebencian yang abadi di atas dunia ini.

Benci dalam konteks kita sekarang memiliki makna yang luas, bisa berarti tidak mau, tidak suka, tidak berminat dan lain sebagainya. Dan sejarah pun telah membuktikan bahwa kebencian yang tadinya bisa menyebabkan dua tokoh politik saling bermusuhan, ternyata di akhir cerita mereka malah saling berpegangan tangan dalam mencapai misi politiknya. Andapun pasti sudah tahu siapa yang saya maksud.

Kembali ke bahasan semula.
Jika saya boleh flash back ke masa belia saya ketika masih duduk di kelas 2 SMP, sekitar 8 tahun yang lalu. Semua orang juga tahu bahwa masa tersebut adalah masa dimana seorang anak mulai merasakan suka kepada lawan jenisnya, meskipun mungkin rasa suka tersebut hanya bertahan sejenak. Pada masa pancaroba tersebut, saya punya suatu kriteria khusus bagi cewek(baca:perempuan) yang akan menjadi ‘pacar’ saya. Sebenarnya saya sungkan untuk mengucapkannya, tapi tidak masalah demi berbagi pengalaman. Semoga pengalaman saya bisa menjadi pengajaran berharga bagi pembaca yang budiman. Saya memasang target bahwa saya tidak akan pernah berpacaran dengan gadis berambut gimbal(baca:keriting).Di samping karena di keluarga saya hampir semuanya berambut lurus, saya berpikir gadis dengan rambut kriwil tersebut identik dengan gadis yang pemarah,sangar dan ganas plus jutek. Meskipun tidak membenci perempuan berambut kriting, tapi dalam fikiran saya telah muncul stigma negatif jika bertemu dengan gadis keriting, “Aku tidak akan pacaran dengan gadis keriting ini..bla bla bla..”. Sampai-sampai hal ini banyak terdengar oleh teman-teman satu gank saya, gank ingusan tempat berkumpulnya anak-anak smp yang bau kencur dan polos. Hehehe..

Namun apa yang terjadi? Hanya beberapa bulan setelah pendeklarasian tersebut, saya mulai suka dengan seorang adik kelas 1 (sekarang kelas VII namanya). Anak ini termasuk anak kategori 1 alias idola di sekolah karena wajahnya mirip Aishwarya Rai, hidung mancung dan bodinya oke. Saking tergila-gilanya saya dengan gadis ini dulu, Dulu ya..sekarang sudah tidak lagi, saya gemar sekali mengirimkan surat berisi puisi-puisi sok romantis dan mengajak jalan bersama setiap pulang sekolah hingga suatu waktu kami pun memutuskan untuk membuat satu komitmen bersama. Bayangkan komitmen antara anak kelas 2 dan kelas 1 SMP!^^

Tapi tanpa disadari ada satu prinsip yang telah saya langgar karena pada kenyataannya gadis yang kini selalu hadir dalam pikiran saya di sela-sela hafalan sejarah Peradaban mesopotamia atau sederet rumus-rumus fisika alat-alat optik, bahwa ternyata gadis ini memiliki rambut keriting. setelah lama merenung, sekarang saya baru tersadar bahwa ternyata rambut keritinglah yang membuat dia begitu mempesona. Satu kebencian saya terhadap rambut keriting telah gugur tanpa paksaan. Saya pun sempat bingung ingin menaroh muka dimana ketika teman-teman saya mempertanyakan prinsip yang telah saya ucapkan sebelumnya.”Ya sudahlah..Namanya juga cinta..”

Masih di masa-masa kelas 2 SMP. Saat itu adalah awal kemunculan handphone di Indonesia, maksud saya handphone mulai merambah masyarakat biasa.Tidak lagi hanya kalangan pebisnis. Saat itu seingat saya hanya ada dua operator yang paling dominan yaitu “T” dengan “Smp”-nya dan “S” dengan “Mtr”-nya. Begitupun handset yang beredar hanya dua, “N” dan “E”. Entah apa alasannya dulu, saya pun lupa, pada saat itu saya benar-benar fanatik dengan  kartu “Mtr” dan handphone “E”. Dan saya berjanji tidak akan pernah menggunakan “Smp” maupun “N”.
Tapi tahukah anda apa yang terjadi setahun setelah itu? Saya malah menjadi maniak handphone “N” hingga detik ini dan menjadi fans loyal dari kartu “smp” hingga hari ini setelah menggunakannya selama 7 tahun.Satu lagi kebencian saya telah runtuh tanpa ada paksaan hanya dalam kurun setahun.

Fenomena sama juga dialami oleh seorang rekan saya bernama “Yeti”. Sebenarnya dia lebih cocok saya sebut sebagai Bu De karena umurnya yang lebih tua dari mama saya. Tapi karena dia adalah rekan yang baik bagi saya, tidak berdosa rasanya jika saya menyebutnya sebagai rekan.

Yeti ini pada saat saya kelas 2 SMP, sudah berstatus single ke dua alias sudah jatuh talak dengan husband-nya yang pertama. Saya pun pernah mengorek-orek kisah cintanya sebelum dan setelah “commit” dengan former husbandnya ini. Dari keteragan yang dia berikan, saya mendapat informasi bahwa ketika muda dia benar-benar mendambakan pria yang mulus tanpa kumis. hehehe..Lama dia menjaga prinsip ini hingga dia bertemu dengan seorang pria yang akhirnya menjadi tambatan hatinya terakhir hingga menikah. Prinsipnya itu juga terdengar oleh seluruh anggota kelauarganya dan merekapun tak pernah membatasi harus bagaimana calon yang akan menjadi pendamping hidupnya. Asalkan Yeti bahagia, mereka pasti setuju. Tapi melihat Yeti memperkenalkan seorang pria yang ia cintai dan ternyata adalah seorang pria berkumis, anggota keluarganya pun menahan tawa sembari bertanya “Katanya tidak suka dengan pria berkumis? Kok sekarang iya?”, tentunya tidak di depan pria tersebut. Dengan muka sedikit memerah Yeti menjawab, “Kalau sudah cinta, mau gimana lagi?” Satu lagi kebencian yang rontok tanpa harus dipaksa.

Kasus yang hampir sama juga terjadi pada salah seorang guru saya waktu SMA, sebut saja namanya Ibu “W”. Seperti biasa, beliau yang juga dekat dengan para siswa, apakah keceplosan atau beliau memang sengaja untuk berbagi, beliau mengatakan bahwa “Jangan suka mengatakan benci karena suatu saat benci bisa berubah menjadi benar-benar cinta”. Menurut beliau, dulu ketika sebelum menikah, beliau pernah punya janji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah menikah dengan orang yang satu daerah dengan beliau. Mengenai alasan apa beliau berjanji seperti itu tidak perlu saya utarakan di sini. Di dalam pikirannya kelak dia wajib menikah dengan orang dari luar daerah. Cukup lama beliau menjaga prinsip tersebut. Tapi takdir berkata lain. Ketika bertugas di luar daerah, beliau dipertemukan dengan seorang pria yang benar-benar membuat dia jatuh hati dan pada saat ini telah menjadi suaminya. Tapi tahukah anda ternyata pria tersebut adalah orang yang berasal dari daerah yang sama dengan ibu W namun kebetulan bertugas di luar daerah. Bahkan di ujung cerita diketahui bahwa rumah orang tua dari pria ini tidak jauh dari rumah orang tua Ibu W. Sungguh dramatis tapi begitulah yang terjadi.

Sebenarnya masih banyak lagi kisah-kisah seperti ini yang ingin saya ceritakan, namun dengan 4 kasus di atas saya rasa sudah cukup mewakili apa yang ingin saya sampaikan kepada anda semua. Bahwa sesungguhnya apa yang kita benci atau tidak sukai tidak akan selamanya seperti itu dan pada suatu saat pasti hal tersebut akan berubah menjadi apa yang anda sukai dan cintai. Ini di luar konteks maksiat dan perbuatan tercela ya, karena maksiat dan perbuatan tercela mutlak hukumnya untuk dibenci. Jadi mulailah dari sekarang menyikapi segala sesuatu tersebut dengan dewasa, kepala dingin sembari meresapi makna yang terkandung di dalam suatu kejadian atau benda. Dengan begitu kita tidak akan denga mudah men-judge sesuatu menggunakan pandangan sesaat.

KETIKA KITA TERINTIMIDASI

Kata-kata di atas saya rasa tidak terlalu berlebihan jika anda pernah merasakan suatu keadaan dimana kita seakan-akan selalu berada di bawah bayang-bayang atau pengaruh seseorang (intimider). Keadaan dimana kita merasa segan atau terkungkung untuk melakukan suatu aktifitas tertentu karena seseorang tertentu. Keadaan ini biasanya ditandai dengan perasaan takut ditegur, takut disindir atau sekedar takut akan rona wajah orang tersebut ketika dia mengetahui bahwa kita melakukan suatu aktifitas tertentu. Tidak semua aktifitas yang masuk dalam situasi ini, namun hanya aktifitas-aktifitas tertentu saja tergantung dari model interaksi kita dengan intimider.

Sebagai contoh saya mempunyai seorang teman, katakanlah bernama Ari. Ari terkenal sebagai anak yang pintar, sopan dan mempunyai pergaulan yang luas. Temannya tidak terbatas dari satu angkatan saja, namun juga angkatan-angkatan di atas dan di bawahnya. Suatu waktu, Ari bertemu dengan seseorang yang kita sebut saja namanya Jiko. Jiko adalah kakak angkatan dari Ari. Jiko adalah pribadi yang baik, ramah, tegas, berwibawa dan agamis. Pertemuan pertama tersebut bermula dari suatu acara kumpul keagamaan dan menjadi babak awal pertemanan antara kedua pribadi tersebut. Jiko yang merupakan anak tunggal merasa sangat senang sekali bisa bertemu dan bersahabat dengan Ari yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri. Begitupun dengan Ari, dia juga merasa senang kenal dan berteman dengan Jiko. Banyak hal baik masalah keagamaan maupun masalah lain yang tidak bisa ia pecahkan sendiri ia tanyakan kepada Jiko. Jiko pun membantu Ari dengan sangat senang hati untuk berbagai topik sehingga hubungan persahabatan mereka yang tadinya ada dalam frame “keagamaan” meluas hingga ke kehidupan pribadi. Mereka yang tadinya hanya bertemu di forum keagamaan, jadi sering bertemu di even-even lain seperti acara organisasi, seminar-seminar dan jamuan makan. Bantuan Jiko terhadap Ari pun tidak lagi sebatas saran dan solusi namun telah jauh ke bantuan materi. Jiko sering memberikan traktiran makan kepada Ari(juga kepada teman-teman lainnya, namun sudut pandang di sini hanyalah Ari dan Jiko), dibayarkan ongkos dan lain sebagainya.

Ari tentu sangat senang dan berterima kasih sekali kepada Jiko. Di sela-sela kebaikan tersebut, Jiko yang juga terkenal sebagai mentor motivasi dan organisator handal di kampus mereka juga memberikan nasehat-nasehat khususnya norma keagamaan kepada Ari, misalnya larangan berpacaran dalam agama karena dapat menimbulkan fitnah dan zina, menjalani kehidupan yang agamis dan sebagainya. Ari yang meskipun seorang penganut agama yang taat, namun juga seorang pribadi moderat, sebenarnya belum bisa menerima pandangan-pandangan Jiko yang cukup ekstrim tersebut namun ia tetap menerima masukan-masukan dari Jiko. Ketidakmampuan Ari menolak pandangan Jiko yang sebenarnya bertolak belakang dengan pandangan hidupnya(meskipun pandangan Jiko tersebut benar) telah menunjukkan bahwa Ari telah terintimidasi oleh Jiko.

Selain cerdas, Ari juga tidak pelit dalam berbagi ilmu dengan orang lain. Sehingga tidak jarang Ari diajak oleh teman-temannya untuk belajar bersama untuk memahami materi-materi yang bagi teman-temannya terasa cukup sulit. Dan seringkali dia mengajarkan materi pelajaran tersebut dikelilingi oleh banyak perempuan, namun beberapa kali juga oleh satu orang perempuan. Suatu kali ketika Ari dan hanya satu orang teman perempuannya belajar bersama di suatu tempat di kampus mereka, tiba-tiba Jiko lewat di depan mereka. Seketika itu juga jantung Ari serasa mau copot karena Jiko pernah menasehatinya bahwa di dalam agama mereka dilarang untuk berpacaran atau berduaan dengan lwan jenis karena dapat menimbulkan fitnah dan zina. Ari merasa takut kalau-kalau Jiko menegurnya. Padahal Jiko sendiri tidak merasa bahwa dia harus menegur Ari karena Jiko berpikir bahwa tugasnya telah selesai jika dia sudah memberi tahu seseorang. Mengenai apakah orang tersebut akan menjalankan nasehatnya, Jiko tidak mau ambil pusing. Poin ke dua, Ari tanpa sengaja telah terintimidasi oleh Jiko. Beberapa saat setelah itu, Ari pun sempat bercerita kepada saya mengenai perasaan terkungkungnya dia dalam pusaran dogma-dogma Jiko. Saya pun kemudian menanyakan bagaiamana awal pertemanan mereka dan perjalannya sampai sekarang hingga aktifitas-aktifitas yang mereka lalui. Dan ternyata dapat saya simpulkan penyebab perasaan terintimidasi pada diri Ari disebabkan oleh beberapa hal yang sangat biasa dan mungkin seringkali luput dari pandangan kita.

Ternyata selama perjalanannya, Ari seringkali menerima kabaikan Jiko yang walaupun sepele namun cukup sering (traktir makan, dibayarkan ongkos,diundang ke acara jamuan makan) sehingga di dalam alam bawah sadar Ari telah tertanam bahwa Jiko adalah sang penolong di setiap dia membutuhkan pertolongan. Tidak hanya itu, di saat memberikan pertolongan tersebut Jiko juga memberikan kebaikan lagi (nasehat-nasehat) sehingga kebaikan yang diberikan menjadi berlapis. Hal inilah yang semakin tertanam kuat dalam benak Ari untuk menghormati Jiko, wajib hukumnya. Padahal barangkali Jiko tidak pernah ada niat untuk memperikan pengaruh sedalam itu kepada Ari.

Jadi apa yang bisa kita petik dari petikan di atas?

Setiap kali anda menerima kebaikan seseorang, sempatkanlah untuk mengucapkan Terima Kasih dengan cukup keras (bukan berarti membentak ya..). Hal ini akan membuat perasaan berhutang dalam diri anda menjadi sedikit berkurung. Banyak orang yang enggan untuk mengucapkan terima kasih dan berpikir: “Ah..nanti saja ngucapin terima kasihnya. Sekalian saya balas dengan perbuatan lain yang lebih besar nilai kebaikannya”. Ketahuilah hal ini salah. Bayangkan jika di saat yang anda targetkan untuk membalas kebaikan tersebut, anda tidak sempat atau bahkan lupa melakukannya. Setiap kali anda bertemu dengan orang tersebut, anda akan selalu merasa hutang budi kepadanya. Kalaupun anda sempat memberikan kebaikan lain kepada orang tersebut, tapi rentang waktunya sudah cukup lama setelah anda menerima kebaikannya, anda akan tetap merasa berhutang budi. Percayalah..!

Cara selanjutnya adalah jika bisa, setelah anda mengucapkan terima kasih tersebut segeralah berikan kebaikan yang setimpal. Dijamin anda tidak akan merasa berhutang budi lagi terhadap orang tersebut.

Perlu digaris bawahi di sini, saya mengemukakan pendapat di atas tidaklah berniat untuk mengajarkan anda melupakan kebaikan orang, melainkan “sharing” bagaimana manajemen perasaan dan fikiran ketika menerima kebaikan orang lain. Meskipun kita disuruh untuk selalu mengingat kebaikan orang lain, namun jika melakukannya secara berlebihan juga akan memberi efek buruk bagi diri kita sendiri.

Sekian. Semoga bermanfaat.