Stasiun Juanda : Permata Biru di Pusat Jakarta


Bersih dan bagus adalah kesan pertama yang bisa saya tangkap saat pertama kali menginjakkan kaki di Stasiun Juanda Jakarta Pusat. Ya, dari hampir semua stasiun Jabodetabek+Bandung  yang pernah saya lewati, stasiun Juanda lah yang bisa saya beri nilai 8,5 alias nilai tertinggi, setidaknya hingga tulisan ini saya tulis. Kenapa saya bisa berkata demikian? Bayangkan oleh anda, stasiun apa di Jabodetabek yang memiliki 2 eskalator naik dan turun yang masih aktif (selain Gambir)? Jawabannya adalah Juanda. Stasiun mana yang memiliki stan pameran dengan jumlah lumayan banyak? Jawabannya Juanda. Dan stasiun mana yang catnya masih baru dan pemilihan warnanya paling bagus? Jawabannya Juanda. Warnanya biru langit, itulah sebabnya saya menyebutnya permata biru di pusat Jakarta.

Memasuki stasiun ini, meskipun tidak bisa disetarakan dengan stasiun kereta api yang ada di Eropa ataupun Jepang, tapi menurut saya aura kereta api kelas menengah ke atasnya sungguh berasa sekali. Ketika kereta Pakuan melewati stasiun, pikiran saya pun mulai menerawang menghayal bahwa ini adalah kereta jurusan Berlin-Moscow, hahaha…Ketika pintu terbuka, yah ternyata bukanlah segerombolan anak muda berambut blonde ataupun sekelompok businessman dengan tas kantor di kanan kiri mereka, melainkan orang-orang ‘sangat Indonesia’ dengan beragam profesi, pedagang, PNS, mahasiswa, dsb. Dan yang paling aneh, gerbong khusus wanitanya. Karena selama yang saya tahu, di Eropa sana tidak ada gerbong kereta khusus wanita. Entahlah satu detik setelah kalimat ini saya tulis. Saya bukan menentang program ini, cuma saya pikir program ini gak terlalu efektif. Seperti yang telah saya utarakan di tulisan sebelumnya, program ini malah membuat laki-laki yang seharusnya bisa duduk, malah jadi berdiri. Karena banyak wanita yang justru malah tidak mau masuk ke gerbong khusus wanita. Mereka masih saja bertahan di gerbong konvensional. Seharusnya para wanita ini mengisi gerbong khusus wanita terlebih dahulu. Kalau sudah penuh, baru masuk ke gerbong konvensional. Alhasil, para pria terpaksa berdiri. Pria itu juga manusia, Bu! Juga merasa lelah dan punya tenaga yang terbatas. Jangan berfikir pria itu sama dengan patung. Bayangkan jika harus berdiri dari Jakarta hingga Bogor. Wah wah wah..akan sangat menderita sekali. Kasihan para pria.

Kembali ke topic, daripada harus berdiri akhirnya saya urungkan niat untuk memasuki gerbong yang sudah agak sesak tersebut. Kereta pun berlalu dan saya memutuskan untuk kembali ke rumah di Jakarta. Sebelum pulang, saya sempat mengabadikan momen-momen menarik di Stasiun yang anggun ini. Silahkan anda nikmati dan semoga di lain kesempatan anda juga bisa melihat sendiri keelokan stasiun yang diambil dari nama salah seorang jendral ini. Selamat menikmati.

 

Pintu masuk stasiun Juanda yang menghubungkan langsung dengan akses dunia luar (ojek, metromini, kopaja, bus kota, dan busway)

Menuju lantai 2 (pembelian tiket), kita bisa memilih menggunakan eskalator atau tangga biasa.

Tempat pembelian tiket (kiri), stan pameran (kanan) serta pintu akses kereta menuju Selatan : Bogor. terlihat penunjuk arah dari neonbox yang cukup berkelas.

pintu akses menuju kereta ke utara (Jakarta kota), masih dengan neonbox yang keren

stan pameran yang tidak ada di stasiun manapun..🙂

menggunakan lift menuju lantai 3 (ruang tunggu) sungguh sangat menghemat tenaga

kondisi lnatai 2 tampak dari ruang tunggu, lumayan exotik kan?

Suasana saat kereta akan berhenti..

Saat-saat penumpang akan memasuki kereta..

Ini adalah ketika kereta baru saja berlalu..melanjutkan perjalannya ke selatan.

Stasiun kembali sepi dan saatnya untuk membatalkan perjalan untuk kembali ke rumah..😦

2 thoughts on “Stasiun Juanda : Permata Biru di Pusat Jakarta

  1. Wakakkakakakkaa, stasiunnya jorok dan kumuh kok di bilang permata. masi mending stasiun dukuh atas yang udah di renov

    • Tapi dibanding stasiun yang lain (selain gambir ya..), Juanda adalah salah satu permata yang tak tergantikan.. Ya kan?hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s