Gerbong Kereta Khusus Wanita? Efektifkah?


Sudahkah anda mencoba menikmati beperjalanan menggunakan kereta? Kereta rute Jakarta-Bogor? Bagi anda yang sudah familiar dengan kereta jurusan dua kota ini, pasti sudah mengetahui gerbong kereta khusus wanita. Lalu apa fungsinya gerbong ini? Untuk apa?

Dari namanya saja kita sudah bisa sedikit menerka untuk apa gerbong ini. Ya apalagi kalau bukan untuk mengangkut penumpang khusus wanita. Kalau ini mah anak kecil juga tahu. Cuma yang lebih spesifik lagi, kenapa PT KA sampai membuat gerbong khusus wanita segala? Apakah wanita pernah keinjak-injak di dalam kereta? Atau wanita sudah semakin naik pamornya sehingga pantas memiliki gerbong sendiri dalam jasa transportasi kereta api. Sebenarnya jawabannya bukan itu. Jawabannya simple yaitu karena pria itu egois. Kok bisa?Nah loh?

Kenapa disebut egois? Betapa tidak, penumpang wanita tidak jarang yang mengalami tindak pelecehan seksual dari kaum pria. Mulai dari hanya sekedar senggol-senggol, mengendus-ngendus rambut, colek sana sini hingga memegang bagian yang tidak sewajarnya. Ini sangat sering terjadi, tidak hanya di kereta tapi juga di busway dan angkutan umum yang sarat dengan penumpang. Selain itu, wanita khususnya ibu-ibu yang membawa anak kecil ataupun wanita lanjut usia yang secara kesehatan sudah tidak prima lagi, akan mengalami kesulitan jika harus berdesak-desakan apalagi berdiri dan bersaing dengan kaum pria. Ini benar-benar hamper kurang manusiawi. Nah itulah sebabnya, PT KA berkomitmen untuk  memberikan semacam ‘hak istimewa’ kepada wanita ‘korban’ pelecehan pria, ibu-ibu yang membawa bayi/anak kecil serta wanita lanjut usia.

Tapi sejauh mana keberhasilan dari niat baik pihak PT KA ini? Apakah sudah berjalan sesuai apa yang direncanakan? Beberapa hari setelah program “gerbong khusus wanita” ini dilaunching, ternyata hasrat dari pihak PT KA guna malah menimbulkan masalah baru. Para penumpang wanita yang seharusnya terlebih dahulu mengisi gerbong khusus wanita, malah mengisi gerbong umum lebih dahulu. Ketika disuruh untuk pindah, mereka malah enggan untuk melakukannya. Alhasil gerbong umum tetap penuh sesak dengan penumpang pria dan wanita. Pria pun yang sebenarnya ada kesempatan untuk memperoleh tempat duduk, malah terpaksa berdiri. Sialnya, ketika ada pria yang masuk ke gerbong wanita dengan alasan penuh, malah tidak diizinkan oleh petugas. Sementara wanita-wanita yang berada di gerbong umum, malah tidak mau disuruh pindah ke gerbong khusus wanita. Mereka lebih memilih berdesak-desakan dengan kaum pria. Ini sungguh jauh dari tujuan pengadaan gerbong khusus wanita. Pencegahan tindak asusila/pelecehan serta keteraturan dengan adanya pemisahan gerbong pria dan wanita tidak membuahkan hasil sama sekali. Ironi memang, tapi ya begitulah Indonesia. Kadang juga tidak bisa menyalahkan pihak PT KA-nya sendiri karena memang penumpang wanitanya-lah yang justru membandel, meskipun tidak semua penumpang wanita bersikap seperti ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s