Kenapa hiasan kota Dicoret-coret?


Kalau misalnya kesal dengan sesuatu harusnya anda curahkan di buku diary. Kalau hal ini terasa terlalu lebay dan manja, ya anda bisa curhat kepada teman terdekat. Atau mungkin pergi sholat biar hati jadi lebih tenang, atau mungkin pergi ke puncak menara yang tingginya 30meter lalu berteriaklah sepuas-puasnya hingga semua kekesalan yang ada di hati anda bisa lepas dan lega.

Tapi sepertinya hal di atas yang menurut saya wajar dan waras, tidak berlaku bagi sebagin orang yang saya sendiri tidak tahu mereka siapa dan dari kelompok mana. Yang jelas, mereka membenci salah satu supporter tim sepak bola dari daerah Malang dan Surabaya. Benci dan tidak suka itu hal yang sah-sah saja. Namun yang menurut saya gak fair, kenapa hiasan kota yang jadi sasarannya? Lihat saja pot-pot bunga raksasa yang ada di sepanjang jalan Senen-Kebon Sirih, tepatnya di sepanjang trotoar di depan Hotel Aryaduta Jakarta Pusat, malah jadi sasaran curhat orang-orang seperti ini. Pot yang dibuat untuk keindahan kota Jakarta, malah jadi jelek dan bulukan. Harusnya mereka sadar, pot-pot itu dibeli oleh pemerintah dan uang yang digunakan oleh pemerintah tersebut adalah uang rakyat yang berarti uang mereka juga. Ckckckck..parah-parah tu orang-orangšŸ˜¦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s