Wajahmu Oh..Stasiun Bogor


Menjelang kepindahan total saya dari Bogor ke Jakarta sekitar awal April, setiap weekend saya rakin sekali untuk pulang ke Bogor. selain untuk mengurus ijazah dan transkrip nilai yang tak kunjung beres😦 , juga tidak lain untuk melepaskan kerinduan saya terhadap kota yang sudah menemani saya lebih kurang 4 tahun dalam menempuh pendidikan. Banyak suka dan duka di kota ini, juga banyak pengalaman yang tak terlupakan. Namun apapun itu bentuknya, Bogor tetaplah rumah kedua bagi saya.

Salah satu hal yang juga ikut andil menemani saya selama di Bogor adalah stasiun Bogor. meski tidak terlalu sering menggunakan jasa kereta, tapi sesekali ketika hari-hari tidak sibuk, saya sempatkan untuk menggunakan alat transportasi yang murah meriah namun cukup nyaman, apalagi saat sepi. Hanya dengan Rp. 11.000,-, kita sudah dimanjakan dengan kereta full AC dari Bogor hingga Jakarta.Namanya Kereta Pakuan Express.

Kalau mau yang lebih membumi lagi, ada Kereta Ekonomi AC. Keretanya mirip dengan Pakuan cuma berenti di setiap stasiun dan AC-bya diganti dengan kipas angin. Sehingga nama yang lebih cocok untuk kereta ini adalah Ekonomi Kipas. Dengan modal Rp.5.500,- kita sudah bisa menikmati perjalanan ke Jakarta.

Dan kalau masih pengen yang paling irit, namanya Ekonomi. Tapi orang jarang menggunakan kata tersebut karena terkesan merendahkan, sehingga banyak orang menyebutnya KRL saja. Harga tiketnya Rp.2.000,- saja. Namun tidak ada AC maupun kipas, melainkan angin karena jendela ama pintunya juga sebagian besar udah gak ada sehingga angin dengan mudah masuk ke dalamnya. KRL ini lebih memanjakan penumpangnya yaitu selama perjalanan anda akan disuguhi oleh pedagang serba ada mulai dari minuman, pernak pernik dapur, jam hingga racun tikus. Tapi jangan salah, lantai kereta akan sangat becek ketika penjual minuman hilir mudik menjajakan dagangannya..😀

Juga ada sajian band jalanan yang menurut saya lumayan oke punya, tapi ada juga yang memekakkan telinga.hehehe..Pisss..Dan yang paling sering dan hampir pasti bahwa, anda akan berdiri, nerdesak-desakkan plus disajikan dengan aroma keringan dan ketek dari penumpang jika pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore. Tapi kalau hari minggu malem jam 7, biasanya ga ada orang jadi anda tidak akan pernah merasakan bau ketek/keringat. Soalnya pengalaman balik ke Jakarta jam segitu dan Pakuan udah ga ada sementara AC masih jam 9. Akhirnya naik KRL yang oke punya..😀

Berikut suasana stasiun Bogor pada hari minggu siang..

Stasiun Bogor di kala sepi

Lobi Stasiun Bogor

Pipis sembarangan

Siang yang sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s