Honda Freed, Gemparkan Dunia Otomotif Indonesia


Nama : Honda Freed (Free+Do)

Kapasitas : 7 seat

Dimensipanjang 4.215 mm, lebar 1.700 mm dan tinggi 1.735 mm (tidak jauh berbeda dengan Jazz)

Mesin : 1.500 cc

Harga : Rp.260 juta-an (estimasi)

Saya rasa judul di atas tidak berlebihan. Khususnya bagi anda pencinta mobil-mobil keluaran honda, barangkali sudah seperti orang yang berada di tengah padang pasir. Haus sekali dengan informasi honda Freed yang diperkirakan akan menjadi fenomenal, seperti pendahulunya Honda Jazz dan Nissan Grand Livina.

Pertama kali saya melihat iklan mobil ini di TV, dalam fikiran saya langsung terbersit : Ini dia mobil Indonesia. Mengingat desainnya yang sangat “MPV” tentunya memiliki daya tampung cukup besar (7 seat) cukup menampung anggota keluarga Indonesia yang umumnya berjumlah besar. Selain itu,demam masyarakat akan MPV premium semacam Toyota Alphard, Toyota Vellfire,Toyota Elgrand, Marcedes Benz Viano, dan Honda Elyssion yang sepertinya diadopsi oleh Freed membuat mobil ini diprediksikan laku keras di pasaran.

Berbicara mengenai dimensi, ketika Marketing & Aftersales Service Director PT HPM Jonfis Fandy masuk ke ruang kabin tengah dan langsung duduk di belakang, ia cukup menundukkan kepalanya sedikit, begitu juga ketika ke luar. Padahal, tinggi postur tubuhnya di atas 1,70 meter. Malah, ada seorang pria yang tingginya sekitar 1,60 meter, dengan sedikit menundukkan kepala dan badan, bisa berjalan dari ruang tengah sampai ke luar lewat pintu belakang dengan cepat. Padahal, lebar Freed 1.695 mm, sama dengan All New Honda Jazz. Kecuali jarak sumbu roda lebih panjang 325 mm dari Jazz terbaru (2.740 mm) dan tingginya yang 1.715 mm. Bukan dimensi saja yang bikin minivan ini benar-benar layak dijuluki “Real 7-Seater”, melainkan karena desain.

Freed mengusung konsep Triangle Square. Kalau dilihat dari samping, bentuk depan segitiga dan mulai ruang kabin tengah sampai ke belakang membentuk kotak. Inilah yang membuat ruang kabin menjadi lega. Ditambah lagi, kursi paling belakang bisa dilipat (flip up) sesuai dengan kebutuhan. Menariknya lagi, penumpang tak perlu repot ketika hendak keluar, sekalipun di kiri-kanan ada mobil. Karena kedua pintu sudah memakai sistem sliding door. Lalu, kursinya model terpisah (captain seat), baik tengah maupun belakang.

Free + Do = Bebas bergerak
Jadi, sebutan Freed itu bukan asal nama. Honda mengartikannya dari free + do (Freed), jadi penumpang bisa begitu leluasa bergerak di ruang kabin, apalagi untuk anak-anak bisa untuk bermain jika kursi belakang dilipat. Pokoknya, cocok sebagai kendaraan keluarga. Tetap mengandalkan mesin 1.500 cc i-VETC, Freed sudah memenuhi standar Euro4. Interiornya juga mewah. Tak banyak tombol-tombol dan tongkat transmisi (Hanya keluar versi transmisi otomatis) diposisikan di dasbor sehingga tak ada konsol boks dan menjadikan ruang kemudi lebih lapang.

Indikator penunjuk kecepatan dirancang sesuai dengan posisi pandang pengemudi, berada bagian paling atas dari dasbor. Di bawahnya masih ada ruang untuk menempatkan tombol-tombol tambahan dan terdapat tempat minum, baik pengemudi, maupun penumpang depan. Dari sisi model dan konsep, Freed bisa menjadi fenomenal. Tinggal sekarang, dari sisi harga. Jonfis memang masih bungkam. Namun, ia sempat memberi petunjuk kalau harganya enggak mungkin di bawah All New Honda Jazz. Saat ini, Honda Jazz versi termahalnya sekitar Rp 203 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s