Fenomena Celana “Pensil” dan “Spanyol”


celana pensil

celana pensil

Dulu sekitar tahun 1997  s/d 2004, hampir semua orang baik pria dan wanita sangat bangga dan senang menggunakan jenis celana cubrai. Jenis celana ini sempit di bagian paha dan lutut, dan semakin ke mata kaki semakin lebar berbentuk terompet. Dengan gaya seperti itu pemakainya sudah dicap sebagai orang yang gaya, gaul, funky atau apalah sebutan lainnya. Pada saat itu terasa aneh, atau boleh dikatakan ketinggalan mode jika ada orang yang masih menggunakan celana jenis beggie, celana yang longgar di bagian panggul dan semakin ke mata kaki semakin sempit. Bahkan teman saya harus menggunakan kresek untuk bisa mengenakan celana tersebut karena sempitnya bagian kaki celana tersebut ;D . Padahal sebelum celana cubrai menjadi tren, di era 80-an hingga pertengahan 90-an, celana jenis beggie itu adalah tren celana yang paling digemari. Dan tahukah anda bahwa pada masa itu orang yang menggunakan celana jenis cubrai (pada masa itu disebut celana model spanyol) juga dirasa aneh dan terkesan ketinggalan zaman. Padahal,..lagi-lagi padahal, pada era 60-an hingga 70-an, celana model cubrai/spanyol ini adalah primadona. Bahkan jika anda yang masih suka melihat film-film tahun 60-an s/d 70-an, misalnya film rhoma irama, film dono-kasino-indro, dan sebagainya, coba perhatikan celana yang mereka pakai. Celana jenis cubrai bukan?

Nah sejak akhir 2004 sampai hari ini, perputaran model celana itu kembali berubah. Celana jenis cubrai yang sejak tahun 1997 menjadi idola, kini digantikan oleh celana model beggie atau yang lebih dikenal dengan celana pensil. Mengapa disebut celana pensil? Karena celana ini memang menyerupai pensil, dimana bagian atasnya nge-pas dan semakin ke bawah semakin sempit, dan tentunya juga ngepas, berbeda dengan celana beggie jadul yang longgar di bagian atasnya. Selain itu tidak perlu lagi menggunakan kantong kresek untuk mengenakan celana ini ;D . Sekali lagi, pada masa kejayaan celana pensil ini, kembali terasa aneh, atau terkesan ketinggalan mode jika ada orang yang masih menggunakan celana jenis cubrai (spanyol).

Jika kita teliti memperhatikan, ternyata dua model celana fenomenal ini bagaikan perputaran roda. Ketika yang satu sedang naik daun, yang satunya akan tenggelam. Setelah itu tren berubah, dimana yang tadinya tenggelam sekarang menjadi populer dan yang tadinya populer sekarang menjadi tenggelam. Siklus itu kembali berulang dan berulang lagi. Sebagai orang yang sudah hidup lebih kurang  selama 20 tahun, artinya saya sudah melewati 2 siklus serta informasi dari orang-orang yang lebih tua, ternyata ketika terjadinya pasang surut tersebut masih ada orang yang tidak terpengaruh dengan model celana tersebut. Mereka menggunakan model celana yang sama, terus menerus, bahkan ketika model sudah berganti 2 periode emas. Apakah mereka memang tidak begitu tertarik dengan model yang sedang tren dan merasa nyaman dengan model yang ia kenakan sehingga terus mempertahankannya, atau mereka takut kalau-kalau mereka tidak percaya diri jika mengikuti mode yang sedang in. Entahlah..Yang jelas, mau mengikuti mode atau tidak, bukanlah hal yang wajib dan siapapun berhak menentukan pilihannya.

Pertanyaan yang muncul : – kenapa hanya dua model ini saja yang terus eksis dalam kancah pergantian tren model celana?

Padahal sebagaimana kita ketahui juga, khususnya di daerah pusat mode Indonesia (Jakarta, Bandung dan Jogja) juga getol mengeluarkan model celana yang berbeda dan inovatif. Ada model gombrong, ada model sayap(karena di sisi kira kanan celana ada sayapnya..hehe), dll. Sayangnya celana-celana “alternatif” ini cepat luntur pamornya, sehingga ketika tren sudah berganti model-model celana ini sudah tidak laku lagi di pasaran. Bahkan terasa aneh jika ada orang yang masih memaksakan untuk memakainya.

Sekarang kita tinggal menunggu kapan zaman keemasan celana pensil yang tengah berkibar ini akan luntur dan digantikan oleh celana cubrai yang kata orang zaman sekarang, “itu mah model zaman kapan tau…”

4 thoughts on “Fenomena Celana “Pensil” dan “Spanyol”

    • memang betul bro..
      tapi celana pinsil juga menjadi favorit pria zaman sekarang, khususnya yang masih berumur di bawah 25 tahun.
      lihat saja Vino G Bastian, Afgan, Andika Pratama, dan masih banyak yang lain..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s