The Ringer


Ini adalah salah satu film favorit saya, Berpura-pura Bloon. Kira-kira begitulah inti cerita dari film ini. Sebenarnya tidak melulu memerankan peran bloon, tapi setidaknya bagian inilah yang bagi saya cukup menyita perhatian. Steve seorang pria muda yang pada suatu hari membuat seorang bapak tua bernama Stavi kehilangan jarinya akibat kecelakaan. Steve yang merasa tertekan oleh rasa bersalahnya terhadap pak tua Stavi berusaha dengan berbagai cara bagaimana agar Stavi mendapatkan jari tangannya kembali. Steve mengikuti berbagai perlombaan agar mendapat uang sehingga ia bisa membiayai pengobatan Stavi.

Di tengah cerita, dia dipaksa oleh pamannya untuk berpura-pura menjadi orang yang memiliki gangguan mental dan masuk ke panti rehabilitasi khusus gangguan mental. Di sana sering diadakan perlombaan. Dan dia berharap agar dia bisa menang dalam perlombaan di sana dan memperoleh uang untuk mengobati Stavi. Ketika sudah memasuki panti rehabilitasi tersebut dia bertemu dengan banyak karakter keterbelangan mental. Ada yang autis, ada yang sedikit cacat fisik, dan lain sebagainya. Ketika melihat keadaan tersebut, saya berpikir ternyata orang-orang bule yang memiliki keterbelangan mental di sana tidak kalah gokilnya dengan orang-orang “special” yang ada di Indonesia. Selama berada di panti, Steve bertemu dengan 6 teman yang juga sama-sama menjadi penghuni panti tersebut. Dengan berjalannya waktu ternyata keenam teman tersebut mengetahui dan memaksa Steve untuk mengakui bahwa ia sebenarnya hanyalah berpura-pura. Mereka pada awalnya marah atas kebohongan Steve. Tapi setelah Steve menceritakan alasannya mengapa dia melakukan hal itu akhirnya keenam temannya tersebut bersedia membantu Steve agar menang dalam perlombaan tersebut. Mereka melakukan latihan yang ekstrim ala orang “spesial” terhadap Steve, mulai dari latihan lari jam 3 dini hari, disiram dengan air ketika tidur bahkan latihan lari dengan dikejar olah anjing agar larinya menjadi kencang😉

Di panti tersebut, Steve bertemu dengan Lynn, seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai pelatih orang-orang di panti tersebut. Lynn sebenarnya sudah memiliki seorang tunangan bernama David, namun karena ketahuan berselingkuh oleh Steve dkk dan Steve melaporkannya kepada Lynn, akhirnya mereka putus. Meskipun sudah diketahui oleh ke enam temannya, namun di depan Lynn, Steve masih berpura-pura autis. Sejak putusnya Lynn dari David, Steve semakin dekat dengan Lynn meskipun Lynn hanya menganggap Steve sebagai anak asuhnya mengingat di matanya Steve masihlah seorang autis. Kebersamaan yang makin terbentuk lama-lama menimbulkan rasa cinta di hati Lynn. Puncaknya pada malam pesta menjelang pertandingan, Lynn dan Steve berdansa dimana Steve mengungkapkan kalau dia tidak mau berpisah dari Lynn. Ketika Steve akan mencium Lynn, Lynn pun lari karena merasa bersalah telah membuat Steve jatuh hati padanya.

Keesokan harinya di saat pertandingan, Steve memperolah medali perunggu. Namun ketika penyerahan medali, Steve di tengah panggung mangaku bahwa dia hanya berpura-pura sebagai orang berketerbelakangan mental. Diapun memberikan medalinya kepada Thomas, salah seorang dari teman autisnya yang juga ikut dalam perlombaan tersebut. Saat Steve mendekati Lynn, diapun menampar pria yang sebenarnya ia cintai.

6 Bulan Kemudian

Suasana sudah kembali reda. Lynn sudah tidak marah lagi kepada Steve dan Stavi (Pak tua yang kehilangan jari) sudah mendapatkan jarinya kembali. Pada saat itulah Steve kembali mengungkapkan perasaan cintanya kepada Lynn dan Lynn menerima cinta Steve.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s