Tanda-tanda Kebenaran Islam


Kebesaran Allah apa lagi yang hendak kamu dustakan?”

Sebagian besar dari kita bahkan anda sendiri, barangkali adalah pemeluk agama islam yang melaksakan perintah-perintah Allah dengan taat, shalat, puasa, zakat dan mungkin juga sudah ada yang telah melaksanakan ibadah haji. Tapi apakah kita sudah pernah melakukan sejenak perenungan untuk apa sebenarnya kita melakukan ibadah-ibadah ritual tersebut? Apakah kita beribadah hanya karena kita beragama islam? Apakah kita beribadah karena kita beragama islam karena lahir dari orang tua yang beragama islam? Kalau memang seperti itu, berarti kita hanya melakukan ibadah turunan layaknya budaya yang turun temurun, bukan karena suatu keyakinan akan kebenaran islam.

Sebenarnya hal itu adalah hal yang wajar terjadi. Kenapa? Karena memang kondisi kitalah yang mengharuskan terjadinya seperti itu. Indonesia adalah Negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia dimana sekitar 8 dari setiap 10 orang penduduknya adalah beragama islam. Dari jumlah yang sebanyak itu akan melahirkan generasi-generasi penerus beragama islam berikut yang sudah tentunya akan menganut agama islam sama seperti orang tuanya. Sejak kecil diajari tata cara ibadah wajib dan sunat serta disekolahkan ke sekolah pendidikan agama (formal maupun non formal). Namun di antara generasi-generasi penerus islam tersebut tidak sedikit yang kurang mengerti hakikat keimanan(aqidah islam). Barangkali karena kurangnya pembinaan dari keluarga dan sekolah, maupun keteledoran pribadi yang bersangkutan.

Meskipun demikian semua itu tidak berarti menutup seluruh jalan kita untuk memantapkan kembali hakikat keimanan kepada islam. Karena dengan keimanan yang kuat dan kokoh itulah, kita tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang menyesatkan ataupun hal-hal yang mampu menggoyahkan keimanan kita terhadap kebenaran islam. Saya pun sebagai pribadi masih terus belajar untuk semakin mengokohkan pondasi keimanan terhadap islam. Selain itu saling memberi pengetahuan agama kepada sesama juga akan membuat pondasi keimanan semakin kokoh. Karena ibadah-ibadah kebajikan yang kita lakukan dengan dasar keimanan kepada Allah akan terasa lebih bermakna serta membuat jiwa terasa tenang dan tentram. Tidak seperti air yang mengalir begitu saja.

Sekarang yang menjadi pertanyaan bagaimanakah caranya untuk membuat pondasi keimanan islam kita semakin kokoh? Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya membuat 

kelompok pengajian sehingga bisa sharing ilmu agama, secara rutin mengikuti pengajian keagamaan, banyak bertanya kepada ahli agama, banyak membaca bacaan yang sahih (benar dan dapat dibuktikan kebenarannya, tidak menyesatkan), melihat fenomena-fenomena alam sebagai suatu sunatullah, serta pedoman hidup Alquran dan Hadist Rasullullah.

Mengenai fenomena-fenomena alam di sini akan saya jelaskan di sini beberapa di antaranya. Sebenarnya sangat banyak fenomena-fenomena alam yang akan membuat kita semakin yakin akan kebenaran Allah dan islam, jika kita ingin mempelajarinya. Cukup dari Al Quran saja, saya rasa, sudah sangat banyak hal yang bisa membuat kita tidak bisa lagi membantah akan kebenaran Allah dan islam. Belum lagi dari hal-hal lain di luar Al Quran. Pasti sungguh banyak tanda-tanda kebenaran islam yang bisa membuat kita semakin yakin bahwa islam adalah kebenaran yang hakiki.

Al`Quran

Tahukah anda bahwa di dalam Al Quran terdapat semua pengetahuan-pengetahuan tentang alam semesta, baik yang tersurat maupun tersirat. Ada yang mengatakan bahwa Al Quran tersebut adalah buatan tangan manusia (Muhammad SAW). Apakah itu benar? Coba kita lihat satu contoh sederhana mengenai proses penciptaan manusia dari setetes mani (beserta proses pembentukannya hingga menjadi anak manusia) yang diterangkan secara jelas di dalam Al Quran. Ternyata hal itu baru terbukti benar secara ilmiah pada abad ke-19. Sementara Al Quran itu sendiri turun pada abad ke 5. Apabila Al Quran itu adalah hasil buatan manusia, betapa pintarnya orang tersebut. Padahal pada masa tersebut ilmu pengetahuan belum semaju sekarang dan minim peralatan. Apalagi Muhammad adalah seorang buta huruf (meskipun dia sangat cerdas), sehingga sangat mustahil jika isi Al Quran adalah hasil dari pemikiran beliau. Contoh lainnya adalah tentang laut dengan dua warna berbeda yang juga diterangkan di dalam Al Quran. Ternyata hal itu baru diketahui berabad-abad setelah Al Quran diturunkan bahwa ada laut yang memiliki warna yang berbeda yaitu laut merah. Di tengah-tengah laut tersebut ternyata ada segaris tipis yang membuat laut tersebut seakan-akan terbelah menjadi dua, di satu sisi berwarna hijau dan di sisi yang lain berwarna biru. Nah melihat hal itu, kita dapat berpikir sendiri apakah Al Quran tersebut adalah buatan tangan manusia atau turun dari Allah.

Gerakan Berputar Berlawanan Arah Jarum Jam

Gerakan berputar berlawanan arah jarum jam adalah sunatullah di alam. Perputaran benda-benda ruang angkasa (planet, satelit,galaksi,kumpulan galaksi) selalu berputar terhadap porosnya berlawanan arah dengan jarum jam. Begitupun gerakan kromosom dalam inti sel manusia juga berputar berlawanan dengan arah jarum jam. Kedua hal tersebut baru diketahui berabad-abad setelah islam diturunkan. Sementara dalam islam tepatnya pada pelaksanaan ibadah haji dan umrah, dikenal syai’ (mengelilingi kabah) yang dilakukan juga berlawanan arah dengan jarum jam. Ibadah haji diperintahkan jauh sebelum ilmu pengetahuan membuktikan tentang perputaran kromosom dan benda-benda langit tersebut. Nah apakah hal itu masih suatu kebetulan? Apakah kebenaran sebesar itu masih kita katakana sebagai suatu kebetulan?

DNA Manusia Mengandung Kalimat-kalimat Allah

Suatu penelitian pernah menemukan bahwa pada DNA manusia, tepatnya pada pita double helix ternyata terdapat kalimat-kalimat Allah.

Apakah ini masih bisa disebut dengan kebetulan? Kenapa tidak tertulis kalimat yang lain saja di DNA manusia tersebut? Nama artis, nama makanan atau yang lainnya. Hal ini harusnya semakin dapat membuka mata kita untuk melihat manakah kebenaran yang sebenarnya.

Fenomena Alam Lainnya

Hal ini sebenarnya sudah sangat banyak terjadi, namun manusia masih saja memaksakan diri untuk menutup mata sehingga mendustai kebenaran yang ada. Di suatu taman kota di Jerman pernah terjadi fenomena dimana pepohonan di sana saling membentuk kalimah “Lailaha illallah, Muhammadarrasulullah” (Tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah). Hal ini banyak menarik minat warga Jerman maupun luar Jerman, namun pada akhirnya taman ini ditutup oleh pemerintah Jerman. Selain itu di peternakan lebah Yordania pernah ditemukan bahwa bantalan madu lebah membentuk kalimat Allah.

Melihat begitu banyak fenomena-fenomen alam yang mampu membuka mata kita akan kebesaran Allah, apakah kita masih mau membantahnya?

2 thoughts on “Tanda-tanda Kebenaran Islam

  1. Paling bagus adalah membaca Quran berserta terjemahannya. Ini semua mengikut individu, kita sendiri kena rajin menghadiri ceramah, atau kelas2 ugama yang ada di persekitaran.

    Allah memberi kita minda, jadi harus menggunakannya untuk berfikir secara mendalam tentang nikmat2 yang diberikan di dunia ini.

    Kalau masih tidak percaya dengan kebesaran Tuhan, mereka akan digolongkan dalam orang yang sesat…Nau’zubillah.

    Just my 2 cents worth🙂

  2. Saya juga setuju dg pendapat anda.Membaca dan memahami Al Quran adalah solusi terbaiknya.Karena smua rahasia alam semesta dan isinya,semuanya terdapat dalam Al Quran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s